Selasa, 29 Oktober 2013

PRAKERIN PT.DIRGANTARA INDONESIA✈

  Sejarah Singkat PT.DIRGANTARA INDONESIA
            Cikal bakal PT.Dirgantara Indonesia  sebenarnya mulai muncul sejak awal kemerdekaan indonesia . Saat ini upaya perintisan dilakukan dengan peralatan yang sederhana . Tercatat dalam sejarah , pesawat pertama yang diterbangkan tahun 1948 dilapangan Masopati RI-X WEL-1 hasil rancangan Wiweka Soetomo. Disusun tahun 1954 1954, Nurtanio Pringgoadisuryo pun berhasil merancang sebuah pesawat dengan nama NU-200. Tidak hanya itu , lembaga yang diprakarsai Nurtanio bernama Depot penyelidikan , percobaan dan pembuatan pesawat terbang (DPPPT) yang didirikan Agustus 1961 telah mamu membuat pesawat terbang eksperimental seperti belalang (pesawat latihan),Kolintang dan Gelatik.
            Pada tahun 1962 nama DPPPT diubah menjadi Lembaga persiapan industri penerbangan (LAPIP) sesuai dengan misi dan sasaran yang ingin dicapainya.Selanjutnya pada tahun 1966 diubah lagi menjadi lembaga industri penerbangan Nurtanio (LIPNUR) sebagai penghormatan kepada Nurtanio yang meninggal pada saat uji terbang.
            Fase pendahuluan perkembangan industri Perkembangan Nasional kemudian memasuki tonggak pertama ketika asset LIPNUR (TNI AU) dengan ATTP (Pertamina) dilebur menjadi industri pesawat terbang Nurtanio, 23 Agustus 197    6. Tanggal 11 Oktober 1985, PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio di ubah menjadi PT.Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) setelah melakukan pembangunan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana yang diperlukan.
            Melalui PP No. 12 Tanggal 5 April 1976 Pemerintah memberikan kepercayaan kepada Prof. Dr . Ir .BJ . Habibie untuk menghimpun segala potensi dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia. Pada tanggal 23 Agustus 1976 didasari kebutuhan untuk melayani sendiri, sarana transportasi udara yang mampu menghubungkan pulau-pulau yang satu dengan yang lalinnya, karena Indonesia adalah negara kepulauan, Oleh sebab itu maka lahirlah PT . IPTN .Pada tahun 1979  PT.IPTN sudah beranjak memasuki tahap 2 yaitu “ Integrasi Teknologi”.Tahap ini merupakan penggabungan kemampuan rancangan dan produksi anatara PT. IPTN dengan mitra kerja dari cassa spanyol . Melengkapi pesatnya industri pesawat terbang PT.IPTN menjadikan sistem persenjataan.
            PT. IPTN dan Boeing Company mendatangi kerjasama teknik yang dibukukan pada tahun 1982. Melalui ini landasan baru telah dibuat untuk menempatkan PT.IPTN sebagai salah satu mitra kerja Boeing. Hal ini di buktikan ketika pada tahun 1987 PT. IPTN mulai memproduksi sebagai komponen pesawat Boeing 737,747,757,787,777.
            Pada Tanggal 24 Agustus 2000, Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid meresmikan merubah nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia. Perubahan nama tersebut dimakasudkan untuk memberikan nafas dan paradigma baru bagi perusahaan.


Visi dan Misi PT. Dirgantara Indonesia
Visi :
Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri dirgantara yang berbasis pada penguasaan teknologi tinggi dan mampu bersaing dalam pasar global, dengan mengandalkan keuntungan biaya.
Misi :
·              🚀      Menjalankan usaha dengan selalu berorientasi pada aspek dan bisnis komersil dan dapat 
              menghasilkan produk dan jasa yang memiliki keunggulan biaya.
·          🚀    Sebagai pusat keunggulan di bidang industri dirgantara, terutama dalam rakayasa, rancang
              bangun, manufaktur, produksi dan pemeliharaan untuk kepentingan komersial dan milliter
              dan juga untuk aplikasi di luar industri dirgantara.
    🚀      Menjadikan perusahaan sebagai pemain kelas dunia di industri global yang 
          mampu bersaing dan melakukan aliansi strategis dengan industri dirgantara 
          kelas dunia lainya.


  

 Struktur  Organisasi di PT.Dirgantara Indonesia (IAe)







.       a. Direktur Utama
Memimpin perusahaan agar menjadi lebih mandiri secara bisnis serta mampu bersaing dipasar internasional serta dapat penguasaan teknologi kedirgantaraan beserta pengembangan untuk mengurangi ketergantungan dari luar.
    b.   Wakil Direktur Utama
Membantu Direktur Utama untuk menjadi salah satu perusahaan pendorong pertumbuhan industri nasional serta menumbuhkan kekuatan bangsa di bidang kedirgantaraan untuk menunjang ketahanan dan keamanan nasional. 
c.   Satuan Pengawasan Intern
Melaksanakan system pengamanan perusahaan secara fisik dan non fisik terhadap segala kemungkinan bahaya/bencana agar terdapat kesatuan cara bertindak untuk pencegahan dan penanggulangan yang berdaya guna dan berhasil guna, sehingga pelaksanaannya dapat menjamin untuk mewujudkan rasa dan situasi aman, tentram, tertib dan teratur dalam rangka menunjang visi, misi dan tujuan perusahaan.
d.   Divisi Manajemen Resiko
Sebagai pedoman dan arahan tentang pengelolaan resiko yang mungkin terjadi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan Perusahaan, untuk meminimalkan dampak negatif yang kemungkinan akan terjadi.
e.   Asisten Pengamanan
Menjadikan pengamanan sebagai bagian integral dan budaya perusahaan (corporate culture) dan sebagai landasan etika, perilaku seluruh karyawan (security mindedness) PT. Dirgantara Indonesia, untuk mendukung terwujudnya perusahaan yang memiliki iklim kerja dan iklim usaha yang sehat, dinamis dan aman.
f.    Direktorat Niaga dan Pengembangan Usaha
Dibagi menjadi tiga divisi yang terdri dari :
1.   Divisi Riset dan Pengembangan Pasar, bertugas :
·         Membuat strategi, kebijakan dan prosedur yang mengarah pada perencanaan riset dan pengembangan pasar yang handal dalam rangka meningkatkan peluang –peluang bagi produk-produk perusahaan serta demi tercapainya sasaran-sasaran pemasaran perusahaan.
·         Memastikan bahwasanya keputusan-keputusan perusahaan didasarkan peluang dan kebutuhan pasar.
2.   Divisi Integrasi Komersil dan Pengembangan Usaha
·         Menyiapkan kreasi-kreasi solusi bisnis untuk mencapai target pemasaran dan penjualan serta menjaga kesinambungan bisnis persusahaan
3.   Divisi Pemasaran
·         Melakukan koordinasi untuk persiapan kontrak pemasaran produk dan jaa perusahaan dari seluruh fungsi-fungsi yang ada di dalam perusahaan.
·         Menjaga hubungan dengan konsumen untuk program yang sedang berjalan, termsuk adanya program yang akan datang.
g.   Direktorat Teknologi
Dibagi menjadi lima divisi yang terdiri dari :
1.   Divisi Pusat Pengembangan teknologi
Sebagai pedoman dan arahan dalam proses pemilihan dan penentuan langkah yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi yang akan diintegrasikan ke dalam produk dan produk yang terkait dengan teknologi kedirgantaraan serta menjaga kesiapan seluruh peralatan pengembangan teknologi sehingga dalam mengintegrasikan seluruh proses pengembanga teknologi dan peralatan yang dipilih akan dicapai rangkaian proses yang paling efisien, efektif dan kompetitif.
2.   Divisi Pusat Pengambangan Pesawat Terbang Sebagai pedoman dan arahan dalam merancang, mengelola serta melaksanakn publikasi dan komunikasi antara perusahaan dengan publik perusahaan, baik internal maupun external melalui berbagai media komunikasi massa untuk menciptakan hubungan baik dan harmonis dalam upaya menjaga meningkatkan citra perusahaan
3.   Divisi Pusat Uji Terbang
Sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan penyediaan dan pengelolaan sistem informasi manajemen di dalam perusahaan, sehingga dapat mendukung bisnis perusahaan secara efektif, efisien dan pada tingkat resiko yang dapat dikelola perusahaan serta dapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.
4.   Divisi Pusat Laboratorium Uji dan Pengukuran
Sebagai pedoman dan arahan tentang hirarki, penyiapan, pemeriksaan, persetujuan dan penerbitan command media, tulisan dinas sera system administrasinya agar tercapai visi, misi dan tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
5.   Divisi pusat Keselamatan dan Sertifikasi
Sebagai pedoman dan arahan dalam pengelolaan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dan mitra kerja serta lingkungannya.
h.   Direktorat Operasi / Produksi
Dibagi menjadi dua divisi yang terdiri dari :
1.   Divisi Logistik dan Kawasan Berikat
·         Menghimpun, menganalisa supplier yang masih bermasalah baik secara sistem maupun manual.
·         Membuat proposal pengganti material pesawat ke Enggineering.
2.   Divisi Pengembangan Sistem Produksi
·         Sebagai pedoman dan arahan pengelolaan pengadaan barang/material, property dan jasa dengan menjamin pelaksanaan yang transparan, memperhatikan mutu yang tinggi, harha yang optiman, etika bisnis yang layak, tepat waktu, menjaga citra perusahaan serta kepercayaan dari pelanggaran dan pemasok.
i.    Direktorat Keuangan
Dibagi menjadi tiga divisi yang terdiri dari :
3.   Divisi Perencanaan
Merencanakan, melaksanakan, menetapkan arah, sasaran dan strategi yang jelas untuk masa depan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal dan internal.
4.   Divisi Pendanaan
Mengatur likuiditas perusahaan dan bertanggung jawab atas kelancaran, pelaksanaan pengamanan baik penerimaan maupun pembayaran, serta melakukan pengembangan terhadap penjajagan sumber pendanaan yang baru yang menguntungkan bagi perusahaan.
5.   Divisi Akutansi
·         Merencanakan, menyusun, memelihara prosedur, sistem akutansi dan kebijakan akutansi sesuai perkembangan proses bisnis perusahaan.
·         Mengimplementasikan dan mengendalikan pelaksanaan prinsip-prinsip akutansi yang ditetapkan Ikatan Akutansi dalam proses pencatatan akutansi.
j.    Direktorat Umum
Dibagi menjadi tiga divisi yang terdiri dari :
1.   Divisi Sumber Daya Manusia
Sebagai Pedoman dan arahan untuk pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengakomodasikan prinsip-prinsip manajemen SDM sehingga terdapat ketersediaan SDM secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam mendukung tujuan perusahaan.
2.   Divisi Hukum
Merencanakan, mengkoordinir dan mengendalikan pembuat an pemrosesan semua produk hukum perusahaan dalam bentuk ketentuan/peraturan hukum guna kelancaran pelaksanaan aktivitas perusahaan serta menerbitkan serta produk hukum dalam bidang bisnis untuk melegitimasi bisnis perusahaan dan berkewajiban menyelesaikan permasalahan hukum yang timbul berdasarkan ketentuan perundang-undangan nasional dan/atau internasional yang berlaku.
3.   Divisi Fasilitas
·         Menciptakan, mengelola dan mengembangkan bisnis umum yang menjadi bidang usaha Divisi Fasilitas: penyewaan gedung, transportasi darat/udara, kesehatan, telekomunikasi, dan lain-lain.
·         Membuat perencanaan dan pelakanaan pemeliharaan, renovasi dan pengembangan fasilitas.
k.   Satuan Usaha Aircraft
Memproduksi beragam pesawat untuk memenuhi berbagai misi sipil, militer, dan juga mis khusus. Pesawat berkapasitas 19-24 penumpang, dengan beragam versi, dapat lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek serta mampu beroperasi pada landasan rumput/tanah/dll.
l.    Satuan Usaha Aerostructure
Didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan mempunyai kemampuan tinggi dalam manufaktur pesawat, dilengkapi pula dengan fasilitas manufaktur dengan ketepatan tinggi, seperti: mesin-mesin canggih, bengkel dan pengelasan.
m. Satuan Usaha Aircraft Services
Dengan keahlian dan pengalaman bertahun-tahun. Unit Usaha Aircraft Services menyediakan servis pemeliharaan pesawat dan helikopter berbagai jenis.
n.   Satuan Usaha Engineering Services
Dilengkapi dengan peralatan perancangan dan analisis yang canggih, fasilitas uji berteknologi serta tenaga ahli yang berlisensi dan berpengalaman standard internasional, Satuan Usaha Engineering Services siap memenuhi kebutuhan produk dan jasa bidang engineering.
o.   Satuan Usaha Defence
Bisnis utama Satuan Usaha Defence terdiri dari produk-produk militer, perawatan, perbaikan, pengujian dan kalibrasi baik secara mekanik maupun elektrik dengan tingkat akurasi yang tinggi, integrasi alat-alat perang, produksi beragam sistem senjata.



Daftar Manajemen PT.Dirgantara Indonesia (IAe) 

Nama
:
Uray Ashari
Tanggal Menjabat
:
17-02-2012
Jabatan
:
Direktur Keuangan
SK Pengangkatan
:
KEP-71/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
17-02-2012

Nama
:
Sukatwikanto
Tanggal Menjabat
:
17-02-2012
Jabatan
:
Direktur Umum dan SDM
SK Pengangkatan
:
KEP-71/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
17-02-2012

Nama
:
Budi Santoso
Tanggal Menjabat
:
06-07-2012
Jabatan
:
Direktur Utama
SK Pengangkatan
:
SK-362/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
01-10-2012

Nama
:
Supra Dekanto
Tanggal Menjabat
:
01-10-2012
Jabatan
:
Direktur Produksi
SK Pengangkatan
:
SK-362/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
01-10-2012

Nama
:
Andi Alisyahbana
Tanggal Menjabat
:
06-07-2012
Jabatan
:
Direktur Teknologi dan Pengembangan
SK Pengangkatan
:
SK-362/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
01-10-2012

Nama
:
Budiman Saleh
Tanggal Menjabat
:
06-07-2012
Jabatan
:
Direktur Niaga dan Restrukturisasi
SK Pengangkatan
:
SK-362/MBU/2012
Tanggal SK Pengangkatan
:
01-10-2012
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar